<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Surat Terbuka untuk Bapak Menteri Pendidikan tentang Ujian Nasional</title>
	<atom:link href="http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 20:20:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: asepganda</title>
		<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/#comment-45</link>
		<dc:creator>asepganda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 04:59:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asepsuhendar.wordpress.com/?p=15#comment-45</guid>
		<description>EYD-nya harus dibenarkan lagi. Bagaimana mengemban tugas di Langkaplancar?? mengasyikan??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>EYD-nya harus dibenarkan lagi. Bagaimana mengemban tugas di Langkaplancar?? mengasyikan??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ihsan</title>
		<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/#comment-43</link>
		<dc:creator>ihsan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 04:01:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asepsuhendar.wordpress.com/?p=15#comment-43</guid>
		<description>memang UN nanmpaknya  nampaknya bukan hanya untuk mengukur keberhasilan pendidikan Indonesia tetapi bagaimana cara mengalihkan perhatian publik dari kesulitan-kesulitan hidup, dan lebih penting mengamankan proyek milyaran rupiah  tanpa memperdulikan keterbatasan sarana dan ptrasarana serta psykologis anak.
Bahkan secara langsung pemerintah lebih memperhatikan bimbel dibanding sekolah formal, Coba amati soal-soal fisika UN SMA yang lalu, mirip soal-soal untuk PT yang yang biasa  dijadikan materi bimbel, jangan-jangan pembuatnya juga bimbel, sebab soal-soal yang disajikan sulitnyan bukan main.
1. materi soal yang di sajikan tidak relepan dengan SKL yang diterbitkan pemerintah
2. penyelesainnya memerlukan 3 sd 5 langkah (soal Rangkaian RLC  arus AC) karena konsep yang diberikan terlalu rumit, bahkan ada soal secara konsep benar tetapi tidak real dengan kenyataan (tengok soal fusi termal yang membutuhkan energi (kode 12 dan 45)
3. memgunakan angka -angka matematik yang tidak sederhana, dengan kalkulatorpun sudah sulit, apalagi tanpa kalkulatoralhasil 1 soal paling cepat dapat dikerjakan minimal 5 menit, itupun kalau konsepnya benar.
jadi jika ditanya apa yang diharapkan pemerintah, mengukur nilai prestasi...(dengan soal yang  tidak pantas untuk tingkat Siswa SMA) atau sekedar  mengamankan proyek.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang UN nanmpaknya  nampaknya bukan hanya untuk mengukur keberhasilan pendidikan Indonesia tetapi bagaimana cara mengalihkan perhatian publik dari kesulitan-kesulitan hidup, dan lebih penting mengamankan proyek milyaran rupiah  tanpa memperdulikan keterbatasan sarana dan ptrasarana serta psykologis anak.<br />
Bahkan secara langsung pemerintah lebih memperhatikan bimbel dibanding sekolah formal, Coba amati soal-soal fisika UN SMA yang lalu, mirip soal-soal untuk PT yang yang biasa  dijadikan materi bimbel, jangan-jangan pembuatnya juga bimbel, sebab soal-soal yang disajikan sulitnyan bukan main.<br />
1. materi soal yang di sajikan tidak relepan dengan SKL yang diterbitkan pemerintah<br />
2. penyelesainnya memerlukan 3 sd 5 langkah (soal Rangkaian RLC  arus AC) karena konsep yang diberikan terlalu rumit, bahkan ada soal secara konsep benar tetapi tidak real dengan kenyataan (tengok soal fusi termal yang membutuhkan energi (kode 12 dan 45)<br />
3. memgunakan angka -angka matematik yang tidak sederhana, dengan kalkulatorpun sudah sulit, apalagi tanpa kalkulatoralhasil 1 soal paling cepat dapat dikerjakan minimal 5 menit, itupun kalau konsepnya benar.<br />
jadi jika ditanya apa yang diharapkan pemerintah, mengukur nilai prestasi&#8230;(dengan soal yang  tidak pantas untuk tingkat Siswa SMA) atau sekedar  mengamankan proyek.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asepsuhendar</title>
		<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/#comment-42</link>
		<dc:creator>asepsuhendar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asepsuhendar.wordpress.com/?p=15#comment-42</guid>
		<description>Terimakasih untuk semua komentator disini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih untuk semua komentator disini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zidni rachmawati</title>
		<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/#comment-41</link>
		<dc:creator>zidni rachmawati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:34:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asepsuhendar.wordpress.com/?p=15#comment-41</guid>
		<description>saya juga sangat prihatin dengan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan UAN. sebenarnya guru-guru mendapat tekanan bantin yang amat hebat ketika kejujurannya harus dikorbankan dengan predikat siswa lulus 100%. sebaiknya UAN tidak dijadikan alat untuk menentukan kelulusan siswa. ada cara yang lebih baik. terlebih lagi rencana yang akan datang UAN juga dijadikan tiket masuk ke PT. saya tidak bisa bayangkan bagaimana kecurangan itu akan semakin menjadi2. silahkan buka web www.man3kediri.sch.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga sangat prihatin dengan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan UAN. sebenarnya guru-guru mendapat tekanan bantin yang amat hebat ketika kejujurannya harus dikorbankan dengan predikat siswa lulus 100%. sebaiknya UAN tidak dijadikan alat untuk menentukan kelulusan siswa. ada cara yang lebih baik. terlebih lagi rencana yang akan datang UAN juga dijadikan tiket masuk ke PT. saya tidak bisa bayangkan bagaimana kecurangan itu akan semakin menjadi2. silahkan buka web <a href="http://www.man3kediri.sch.id" rel="nofollow">http://www.man3kediri.sch.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oRiDo</title>
		<link>http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/05/04/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-tentang-ujian-nasional/#comment-39</link>
		<dc:creator>oRiDo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 01:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asepsuhendar.wordpress.com/?p=15#comment-39</guid>
		<description>semoga surat ini dapat dibaca oleh bapak Mentri pendidikan...
semoga harapan kang Asep ini dapat tercapai..

tetap semangat kang Asep..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga surat ini dapat dibaca oleh bapak Mentri pendidikan&#8230;<br />
semoga harapan kang Asep ini dapat tercapai..</p>
<p>tetap semangat kang Asep..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
