Pemrograman Berorientasi Objek, Unified Modeling Language (UML), dan Rational Rose

Agustus 22, 2011

Ini adalah modul yang saya buat beberapa tahun yang lalu untuk pelatihan pemrograman berorientasi objek, Unified Modeling Language, dan Rational Rose, semoga bermanfa’at.

1. Konsep dasar pemrograman berorientasi objek, disini.

2. Pengenalan Unified Modeling Language (UML), disini.

3. Pengenalan Rational Rose, disini.

4. Model Use-Case, disini.

5. Model Analisis, disini.

6. Model Desain dan Implementasi, disini.

7. Pemodelan Bisnis, disini.

 


UBUNTU: MEMBAGI KONEKSI INTERNET DAN MEMBUAT FIREWALL MENGGUNAKAN FIRESTARTER

Agustus 22, 2011

Dalam pembahasan ini akan dibahas cara mebuat PC Router untuk membagi koneksi internet dan membuat firewall menggunakan Firestarter. Pembahasan ini juga dapat merupakan pendahuluan dalam memahami cara membuat policy untuk firewall yang nantinya dapat diterapkan dalam membangun firewall yang lebih canggih menggunakan Netfilter dan iptables.

Sementara dalam versi pdf disini.


INSTALASI DNS SERVER PADA UBUNTU SERVER DALAM VIRTUAL BOX (UNTUK PEMBELAJARAN)

Mei 10, 2011

Postingan ini saya tulis terutama untuk siswa saya, tapi barangkali juga bermanfa’at untuk semua orang yang ingin belajar DNS server dalam bentuk simuasi menggunakan virtual box… Download versi pdf disini.

Pada tulisan ini saya mengasumsikan anda telah menginstal Virtual Box pada Komputer Host dengan Sistem Operasi Windows dan telah menginstal Ubuntu Server dalam Virtual Box.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan instalasi DNS Server pada Ubuntu dalam Virtual Box:

1.Seleksi Ubuntu Server yang telah anda instal pada VirtualBox Manager, kemudian klik setting..

2. Pada ubuntu server seting pilih Network/Jaringan, kemudian pastikan bahwa Adapter Jaringan dalam mode (Attached to)  NAT, supaya anda dapat mengakses internet dari Ubuntu Server

3. Install daemon bind nya (software untuk dns di linux adalah bind)

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install bind9

4. Ganti dns di server dengan ip anda, misalnya ip-nya  192.168.1.1 caranya:

 $ sudo nano /etc/resolv.conf

Tulis perintah dibawah berikut:

nameserver 192.168.1.1

Simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

5. Setelah selesai kemudian matikan dulu ubuntu server di VirtualBox anda dan ubuh mode network interface-nya menjadi Host-Only Adafter.

6. Jalankan kembali ubuntu servernya, login, kemudian tetapkan IP Address dengan IP Address statis.

$ sudo nano /etc/network/interfaces

Isikan kode berikut:

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.254

7. Tetapkan IP Address di Komputer Host dari Network Connection

8. Tetapka IP Addres-nya, misalkan dengan 192.168.1.2, dns 1 nya dengan ip ubuntu server yang di VirtualBox, dns 2 nya biarkan kosong.

9. Ping IP Ubuntu Server dari host komputer dan sebaliknya, untuk mencoba koneksi Ubuntu Server dengan Komputer Host.

Sampai tahapan ini anda seolah olah menghubungkan dua komputer, yang satunya memiliki SO Ubuntu Server dengan IP 192.168.1.1 yang lainnya komputer dengan SO Ms. Windows.

Master file konfigurasi server DNS anda adalah /etc/bind/named.conf. Tapi untuk membuat Domain, anda hanya perlu mengubah file /etc/bind/named.conf.local.

10. Jangan ubah file /etc/bind/named.conf.

Edit file /etc/bind/named.conf.local,

$ sudo nano /etc/bind/named.conf.local

tambahkan baris berikut:

     zone “smkn1pnd.sch.id" in {
                allow-transfer { any; };
                file "/etc/bind/db.smkn1pnd.sch.id";
                type master;
     };
     zone “10.168.192.in-addr.arpa" {
                type master;
                file "/etc/bind/db.10.168.192";
     };

Ket:
- Zone “1.168.192.in-addr.arpa” angka disini adalah ip address komputer server yang dibalik,  contoh jika ip server 192.168.1.1 maka diambil tiga angka didepan dan dibalik jadi 1.168.192.

11. Buat file db.smkn1pnd.sch.id di /etc/bind

$ sudo nano /etc/bind/db.smkn1pnd.sch.id

Masukan kode berikut ini:

; smkn1pnd.sch.id
 $TTL 604800
 @    IN SOA     ns1.smkn1pnd.sch.id. root.smkn1pnd.sch.id. (
                 2006020201 ; Serial
                 604800 ; Refresh
                 86400 ; Retry
                 2419200 ; Expire
                 604800); Negative Cache TTL
 ;
 @    IN NS      ns1
      IN MX      10 mail
      IN A 192.168.1.1
 ns1 IN A 192.168.1.1
 mail IN A 192.168.1.1 ;Server email juga server yang ini.
 www IN A 192.168.1.1
 ftp IN A 192.168.1.1 ; server ftp

12. Seting file untuk db reverse lookup

Buat file db.1.168.192 di /etc/bind/

$ sudo nano /etc/bind/ db.10.168.192
Masukan Kode berikut

; smkn1pnd.sch.id
$TTL 604800
@    IN SOA     ns1.smkn1pnd.sch.id. root.smkn1pnd.sch.id. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@    IN NS      ns1
IN MX      10 mail
ns1  IN PTR     192.168.1.1
1    IN PTR     ns1
1    IN PTR     ns1.smkn1pnd.sch.id

Simpan (ctrl+x tekan y kemudian enter)

ket: Angka 1 pada dua bagian terakhir yang bersebelahan dengan IN adalah angka belakang pada ip address. Disini permisalan ip address server kita akhirannya 1.

13. Setting file resolv.conf

#nano /etc/resolv.conf

Tulis bagian dibawah ini:

search smkn1pnd.sch.id
nameserver 192.168.1.1
domain smkn1pnd.sch.id
domain http://www.smkn1pnd.sch.id

Simpan

14. edit juga file hosts di folder /etc

$ sudo nano /etc/hosts

Tambahkan bagian dibawah ini:

192.168.1.1 smkn1pnd.sch.id

Simpan

15. restart program bind dan network nya

$ sudo /etc/init.d/bind9 restart
$ sudo /etc/init.d/networking restart

16. Test dengan perintah

$ dig smkn1pnd.sch.id

17. Panggil domain dari Komputer Host

>ping smkn1pnd.sch.id

Download versi pdf disini.


TUGAS AKHIR S1: STUDI MODEL PORTOFOLIO DALAM PASAR VALUTA ASING MELALUI ANALISA GERAK BROWN

September 13, 2010

Setelah sekian lama tidak mengutak-atik persamaan matematika yang agak rumit, tiba-tiba saya merasa ingin membaca Tugas Akhir yang saya buat. Setelah saya baca-baca, saya merasa ingin menyalin beberapa bagian tugas akhir tersebut dari soft copy yang saya simpan kedalam tulis ini, namun sayang ternyata filenya rusak, akhirnya saya foto, dan saya masukan disini.

Skripsi ini saya buat untuk memahami posisi nilai tukar mata uang sekarang yang sifatnya brubah/mengambang/floating dalam pandangan hukum Islam (apakah masuk dalam riba fadl atau tidak), walaupun hanya untuk pemahaman pribadi dan tidak saya bahas sama sekali pemahaman tersebut dalam tugas akhir tersebut. Pembahasan tugas akhir murni 100% analisis dari sudut pandang matematika dan ekonomi modern. Berikut saya ketik ulang beberapa bagian yang dianggap penting:

Latar Belakang dan Rumusan Masalah

Dalam pasar valuta asing (foreign exchange) terdapat dua instrumen, pertama mata uang asing (foreign currencies) sebagai instrumen dasar dan yang kedua yaitu turunan (derivative) dari mata uang asing tersebut, yaitu klaim yang menjanjikan suatu pembayaran atau pembebasan di kemudian hari yang tergantung pada pergerakan harga mata uang asing tersebut dari mata uang lokal.

Harga mata uang asing tersebut, misalkan dollar, senantiasa bergerak secara acak dari waktu kewaktu. Sehingga berbagai bisnis yang melibatkan mata uang asing menjadi sangat beresiko. Dibuatnya turunan tersebut dimaksudkan untuk dapat mengurangi resiko bagi para pemain pasar, misalnya dengan membolehkan seorang pemain pasar untuk menentukan harga mata uang asing tersebut untuk sebuah transaksi di kemudian hari, pada saat ini.

Dalam kegiatan investasinya, seorang investor akan mengkonstruksi portofolio, yaitu menentukan berapa bagian dari investasi yang dialokasikan untuk mata uang asing secara tunai yang dipilihnya (dimana alokasi ini beresiko) dan berapa bagian yang tetap berupa mata uang lokal tunai. Dengan adanya turunan tersebut maka investor memiliki jaminan harga portofolio yang dipegangnya.

Hubungan harga mata uang asing dengan turunannya dalam pasar valuta asing cukup kompleks dan harga keduannya memiliki ketidakpastian. Maka untuk itu kita perlu membangun dasar-dasar peluang untuk menemukan peluang terkuat yang menghubungkan turunan tersebut dengan harga mata uang asing yang berprilaku acak.

….

Proses Gerak Brown

Definisi

Penerapan

Akhirnya didapat model pergerakan kurs sebagai berikut:

Akhirnya


SAS Presensi jadi Open Source

Juni 20, 2010

Software SAS Presensi yang saya buat beberapa tahun yang lalu saya masukan di Source Forge, semoga dengan di-Open Source-kan menjadi lebih berkembang..

SAS Presensi adalah software pencatat, manager, dan untuk melakukan pelaporan absensi siswa. Untuk men-download installer maupun source code silahkan di Source Forge..


Resume Tesis

Desember 15, 2009

PENGARUH BUDAYA BELAJAR ORGANISASI, DUKUNGAN MANAJEMEN, DAYA DUKUNG SARANA, DAN KUALITAS PEMANFA’ATAN INTERNET TERHADAP KOMPETENSI GURU

Oleh:

Asep Suhendar

NIM: P2CC06045

Pembimbing:

Drs. Achmad Sudjadi, M.Sc., Ph. D.

Drs. Indratmo Yudono, M.Si.

Abstak

Internet sebagai bagian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dan akan senantiasa memberi pengaruh terhadap dunia pendidikan, oleh karena itu diperlukan penelitian untuk meninjau peran internet dalam pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru. Internet dapat memberikan manfa’at dalam pengembangan kompetensi guru apabila penggunaannya mengarah kepada terbentuknya manajemen ilmu pengetahuan yang berupa kerangka kerja yang menyatukan dukungan manajemen, daya dukung sarana, dan kualitas pemanfa’atannya yang didasari budaya organisasi yang mendukung pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pemanfa’atan internet berpengaruh terhadap kompetensi profesional, pedagogi dan sosial, dukungan manajemen berpengaruh terhadap kompetensi pedagogik dan kepribadian guru, daya dukung sarana TIK meningkatkan pengaruh kualitas pemanfa’atan TIK terhadap kompetensi guru, dan budaya belajar organisasi berkorelasi positif dengan dukungan manajemen dan kualitas pemanfa’atan internet.

Information and Communication Technology (ICT) especially internet has been giving the massive impact to education world, so it is urgent to observe role of internet in teacher’s competency development. Internet will be giving benefit toward teacher’s competency development only if its usage addresses to form the knowledge management what it is a framework that integrate the management support, ICT supporting facilities and its usage quality in a background of organizational culture. The result of this research shows that the internet usage quality influence teacher’s professional, pedagogic and social competency, the management support influence teacher’s pedagogic and personality competency, the ICT supporting facilities increases the influence of the internet usage quality toward teacher’s professional competency, and the organization learning culture is positively correlated with the management support and the internet usage quality.

Kata Kunci

Internet, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kompetensi Guru, Knowledge Management, pedagogik, kepribadian, sosial, profesional

Pendahuluan

Pekembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya internet telah dan akan senantiasa memberi pengaruh terhadap dalam dunia pendidikan, karenanya internet sekarang telah dijadikan pendekatan baru untuk pembangunan profesionalisme, pembelajaran, dan pembentukan budaya  berkelanjutan. Dengan pemanfa’atan yang efektif sangat mungkin untuk menjadikan internet sebagai media pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru. Peningkatan kompetensi guru dengan memanfa’atkan TIK dapat dicapai hanya jika pemanfa’atannya mengarah kepada terbentuknya manajemen ilmu pengetahuan (knowledge management/KM) yang sistematik  dalam organisasi sekolah (Sallis, 2002, hal. 80). Dalam pelaksanaannya KM dicapai melalui sebuah kerangka kerja yang dapat menyatukan manusia (guru dalam memanfa’atkan TIK), proses (manajemen dan segala prosedur yang terdapat dalam organisasi sekolah), teknologi (sarana dan prasarana TIK), dalam ruang lingkup budaya organisasi sekolah untuk menjamin kinerja dan pembelajaran tetap berjalan dan mendukung pertumbuhan organisasi sekolah (Gorelick at. al., 2004, hal. 8). Lebih lanjut, dari berbagai pemanfa’atan internet yang ada perlu diketahui mana yang paling efektif dalam meningkatkan kompetensi guru.

Mengacu pada identifikasi masalah yang telah disebutkan di atas, maka masalah-masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah budaya belajar organisasi, dukungan manajemen, dan kualitas pemanfa’atan internet berpengaruh terhadap kompetensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional)?
  2. Manakah diantara budaya belajar organisasi, dukungan manajemen, daya dukung sarana TIK, dan kualitas pemanfa’atan internet oleh guru yang paling berpengaruh terhadap kompetensi guru?
  3. Kompetensi guru yang manakah diantara kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang paling dipengaruhi oleh budaya belajar organisasi, dukungan manajemen, daya dukung sarana TIK, dan kualitas pemanfa’atan internet oleh guru?

Untuk menjawab semua masalah diatas maka kita perlu memandang sekolah dalam konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dimana sekolah dipandang sebagai sebuah sistem yang memiliki input pendidikan, kemudian mengolah input tersebut dalam bentuk empat proses yaitu (a) proses pengambilan keputusan, (b) proses pengelolaan kelembagaan, (c) proses pengelolaan program, dan (d) proses belajar mengajar, sehingga menghasilkan output berupa pencapaian/prestasi yang dihasilkan oleh proses/perilaku sekolah.

Salah satu proses dalam pendidikan di sekolah adalah proses pembelajaran (kegiatan belajar mengajar) yang dapat digambarkan seperti pada diagram berikut ini:

Gambar 1 Proses Belajar Mengajar

Peningkatan kualitas PBM yang akan berpengaruh terhadap hasil proses pendidikan secara keseluruhan harus dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional guru, seperti dalam diagram berikut:

Gambar 2 KM dalam ruang lingkup pemanfa’atan TIK di sekolah

Dari kerangka kerja KM diatas maka perlu dilakukan upaya konfirmatif untuk meyakinkan bahwa pemanfa’atan TIK khusunya internet di sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru, untuk itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun model dari kerangka kerja diatas.

Gambar 3 Model awal: Peningkatan kompetensi guru dengan memanfa’atakan internet

Metode

Sebagai upaya konfirmatif terhadap terbentuknya KM dalam pemanfa’atan TIK dengan berdasar kepada model yang dibangun sebelumnya maka dilakukan metode survey dalam penelitian ini. Untuk itu maka dilakukan penarikan sampel dengan menyebarkan kuesioner berbasis web dan manual yang ditujukan kepada semua guru SMP, SMA, dan SMK di Indonesia yang memiliki akses terhadap internet. Kuesioner berbasis web disebarkan dalam media milis, blog, mesin pencari, dan jejaring sosial facebook. Metode pengambilan sampel yang digunakan sampel acak sederhana (simple random sample) dari populasi tak hingga (infinite population).

Dari hasil penarikan sampel selama 3 (tiga) bulan diperoleh sebanyak 152 sampel yang kemudian dianalisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural (Structural Equation Modeling/SEM). Analisis dimulai dari model awal sebagai berikut:

Gambar 4 Model Awal Persamaan Struktural lengkap (Bagian Struktural dan Bagian Pengukuran)

Dari model awal tersebut ditentukan 4 (empat) variabel laten eksogen, 4 (empat) variabel laten endogen dan 36 variabel manifes. Untuk memberikan kejelasan ditentukan definisi variabel laten eksogen sebagai berikut:

  1. Budaya Belajar Organisasi adalah segala kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi (sekolah) dalam upaya menyerap, mengambil, dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan praktek-praktek yang unggul, baik dalam ruang lingkup individu warga sekolah maupun organisasi (sekolah). Untuk mengukur ini maka digunakan beberapa 6 (enam) variabel manifest yang didasarkan pada pendapatnya Gorelick dkk. (2004).
  2. Dukungan Manajemen adalah struktur, kebijakan, prosedur, aturan, kepemimpinan, dan kegiatan pengembangan yang ditetapkan “manajer” sekolah yang berkaitan dengan TIK (Gorelick dkk., 2004).
  3. Daya Dukung Sarana adalah kemampuan sekolah untuk menyediakan fasilitas kepada guru untuk memanfa’atkan TIK. Dalam model yang diusulkan dalam penelitian ini variabel daya dukung sarana ditempatkan sebagai variabel eksogen, namun berdasarkan hasil estimasi yang akan dibahas dimuka variabel daya dukung sarana mendukung model fit hanya jika dijadikan variabel perantara (moderating).
  4. Kualitas Pemanfa’atan Internet adalah tingkatan pemanfa’atan internet oleh guru. Tingkatan pemanfa’atan tersebut merujuk pada 6 kategori pengguna internet dalam buku Groundswell yang ditulis Charlene Li dan Josh Bernoff (2007).

Selain itu didefinisikan variabel laten endogen berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, yaitu:

  1. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
  2. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
  3. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat.
  4. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Estimasi parameter dalam analisis dilakukan dengan menggunakan program computer AMOS 7, dan penilaian overall model fit dengan berbagai kriteria penilaian model fit diterapkan untuk melihat kesesuaian model dengan populasi yang diwakili data sampel. Ukuran fit menggunakan Likelihood-Ratio Chi-Square Statistic, GFI, RMSEA, dan AGFI.

Hasil dan Pembahasan

Model awal yang daijukan ternyata tidak memenuhi criteria model fit, sehingga dilakukan modifikasi model berdasarkan teori yang mendukung. Modifikasi model dilakukan dengan membentuk unsur-unsur knowledge management yang dinyatakan Gorelick dkk. (2004) sebagai sebuah kerangka kerja yang berlapis, dimana variabel Daya Dukung Sarana TIK (DDS) merupakan penunjang bagi dalam berjalannya knowledge management, sehingga akan lebih tepat jika variabel daya dukung sarana TIK dijadikan variabel moderating, seperti diagram berikut ini:

Gambar 5 Knowledge Management = people and process in a background of organizational culture dan teknologi sebagai moderating variable

Untuk itu  model struktural perubahan yang pertama yang diajukan digambarkan seperti model berikut:

Gambar 6 Model Struktural Knowledge Management dalam ruang lingkup pemanfa’atan TIK di sekolah (hasil modifikasi model awal)

Dari hasil analisis diperoleh model akhir sebagai berikut:

Gambar 7 Hasil estimasi model terakhir hasil dimodifikasi yang memenuhi kriteria model fit

Dari hasil estimasi diperoleh nilai Chi-Square 408,920 untuk df 366, dan probabilitas 0,060 (diatas tingkat tingkat signifikan 0,05), selain itu uji model fit RMSE memenuhi kriteria model fit, sehingga model memenuhi kriteria fit.

Semua regresi signifikan berdasarkan uji t seperti terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1 Regression Weights dari hasil estimasi model akhir

Estimate S.E. C.R. P Label
Kompetensi Profesional <— Kualitas Pemanfa’atan Internet ,985 ,285 3,455 *** par_4
Kompetensi Profesional <— Dukungan Manajemen ,375 ,141 2,667 ,008 par_5
Kompetensi Sosial <— Kualitas Pemanfa’atan Internet ,674 ,202 3,341 *** par_6
Kompetensi Pedagogik <— Kompetensi Profesional ,514 ,144 3,564 *** par_27
Kompetensi Pedagogik <— Kualitas Pemanfa’atan Internet ,471 ,221 2,128 ,033 par_28
Kompetensi Kepribadian <— Kompetensi Sosial ,446 ,139 3,202 ,001 par_29
Kompetensi Kepribadian <— Dukungan Manajemen ,249 ,100 2,479 ,013 par_30

Selanjutnya melihat pengaruh daya dukung sarana dalam model diatas dengan menjadikan daya dukung sarana TIK sebagai variabel moderating. Untuk tujuan tersebut maka data dibagi dua kelompok, daya dukung sarana tinggi dan daya dukung sarana rendah berdasarkan nilai ketiga variabel manifest (x10, x11, dan x12) untuk variabel laten Daya Dukung Sarana. Dari hasil pengelompokan diperoleh 106 sampel masuk di kelompok DDS tinggi dan 46 sampel masuk di kelompok DDS rendah.  Berikut ini perbandingan hasil estimasi dengan menempatkan daya dukung sarana TIK sebagai variabel moderating (bagian yang ditutup nilainya tidak signifikan berdasarkan uji t) berikut ini:

Table 2 Perbandingan hasil estimasi Regression Weight untuk dua kelompok sampel (DDS tinggi = hi, dan DDS rendah = lo)

hi lo
Estimate P Estimate P
Kualitas Pemanfa’atan Internet <— Budaya Belajar Organisasi ,343 ,019 ,433 ,070
Dukungan Manajemen <— Budaya Belajar Organisasi ,248 ,169 ,316 ,157
Kompetensi Profesional <— Kualitas Pemanfa’atan Internet 1,759 ,019 ,580 ,010
Kompetensi Profesional <— Dukungan Manajemen ,150 ,311 ,715 ***
Kompetensi Sosial <— Kualitas Pemanfa’atan Internet ,801 ,040 ,331 ,038
Kompetensi Kepribadian <— Dukungan Manajemen ,167 ,264 ,301 ,017
Kompetensi Pedagogik <— Kompetensi Profesional ,048 ,934 ,506 ,003
Kompetensi Pedagogik <— Kualitas Pemanfa’atan Internet 1,579 ,221 ,065 ,573
Kompetensi Kepribadian <— Kompetensi Sosial ,444 ,152 ,333 ,046

Berdasarkan hasil analisis diatas diatas maka dapat diketahui beberapa hal penting yaitu:

  1. Kualitas pemanfa’atan TIK diukur paling signifikan dari kualitas pemanfa’atan forum diskusi dan milis (x16) dan kualitas pemanfa’atan blog (x17). Berdasarkan hasil ini maka untuk meningkatkan kualitas pemanfa’atan TIK guru sebaiknya para pengambil kebijakan menganjurkan guru untuk berfartisifasi dalam forum diskuli dan milis, dan pemanfa’atan blog, sesuai dengan penelitian William F. Brescia, Jr. dan Michael T. Miller (2006) yang berjudul “What’s it Worth? The Perceived Benefits of Instructional Blogging”.
  2. Dari hasil analisis kompetensi pedagogik diketahui bahwa yang paling tinggi mengukur kompetensi pedagogik adalah upaya menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran (y3). Oleh karena itu guru memiliki kewajiban agar memberikan pembelajaran kepada siswa dengan berbagai jenis metode pembelajaran sesuai dengan pendapat Sallis (Sallis, 2002, hal. 30) tentang cara untuk mencapai total quality bagi institusi pendidikan.
  3. Kompetensi kepribadian diukur dengan 3 (tiga) variabel manifest dan yaitu keteladanan, etos kerja, dan percaya diri, dan yang paling signifikan adalah terutama etos kerja (y10).
  4. Upaya peningkatan keilmuan yang dilakukan oleh guru (y16) terbukti merupakan variabel manifes yang paling signifikan mengukur kompetensi profesional guru.
  5. Dalam hasil penelitian ini muncul hubungan antar kompetensi guru yang tidak dihipotesiskan terlebih sebelumnya. Jika kita merujuk pada kisi-kisi variabel manifest untuk varibael laten endogen yang diambil secara langsung dari Kepmendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Akademik dan Kompetensi Guru maka dapat diketahui bahwa beberapa unsur dari kompetensi pedagogik merupakan akibat langsung dari kompetensi unsur yang ada dalam kompetensi profesional, selain itu unsur dalam kompetensi sosial berkaitan erat kompetensi kepribadian.

Simpulan dan Saran/Implikasi

Berdasarkan pada hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Budaya belajar organisasi di sekolah tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap kompetensi guru, namun berkorelasi dengan dukungan manajemen dan kualitas pemanfa’atan internet,
  2. Dukungan Manajemen sangat berpengaruh terhadap kompetensi Pedagogi dan Kepribadian guru dalam sekolah yang memiliki Daya Dukung Sarana TIK yang rendah,
  3. Daya Dukung Sarana TIK tidak berpengaruh langsung terhadap kompetensi guru, namun meningkatkan pengaruh Kualitas Pemanfa’atan Internet terhadap kompetensi guru,
  4. Kualitas Pemanfa’atan Internet oleh guru berpengaruh sangat tinggi terhadap Kompetensi Profesional dan Sosial guru dan pengaruhnya bertambah besar pada sekolah dengan Daya Dukung Sarana TIK yang tinggi,

Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menyarankan:

  1. Pemerintah, Dinas, Lembaga Pendidikan (Sekolah) dan instansi terkait diharapkan dapat memanfa’atkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya Internet dalam meningkatkan kompetensi guru terutama kompetensi profesional dan sosial.
  2. Guru senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam pemanfaatan TIK khususnya internet untuk meningkatkan kompetensinya.
  3. Milis (mailing list) dan web blogging merupakan indikator yang paling tinggi yang menggambarkan kualitas pemanfa’atan TIK oleh guru, oleh karena itu Pemerintah, Lembaga Pendidikan (Sekolah), instansi terkait harus memberikan dorongan agar guru aktif dalam aktifitas milis dan web blogging dan guru juga harus senantiasa proaktif dalam aktifitas pemanfa’atan internet tersebut.

Daftar Pustaka

Abbitt, J.A. and Mitchell D. Klett. 2007. Identifying Influences on Attitudes and Self-Efficacy Beliefs Towards Technology Integration Among Pre-Service Educators. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Aseltine, J. M., Judith O. Faryniarz and Anthony J. Rigazio-DiGilio. 2006. Supervision for Learning : A Performance-Based Approach to Teacher Development and School Improvement. ASCD, Virginia.

Brescia, W. F. and Michael T. Miller. 2007. What’s it Worth? The Perceived Benefits of Instructional Blogging. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (5, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 10 Mei 2008.

Carboni, L.W. and Jan J. Riggsbee. 2007. ‘We needed support and it was out there:’ Building an Online Learning Community with Cooperating Teacher. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Chan, A. and Mark J. W. Lee. 2007. We Want to be Teachers, Not Programmers: In Pursuit of Relevance and Authenticity for Initial Teacher Education Students Studying an Information Technology Subject at an Australian University. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Dubois, D. D., William J. Rothwell, Deborah J. K. Stern and Linda K. Kemp. 2004. Competency-Based Human Resource Management. Davies-Black Publishing, Palo Alto.

Sallis, E. 2002. Total Quality Management in Education. Kogean Page, London.

Ghozali, I. 2005.  Model Persamaan Struktural. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

________ . 2008.  Structural Equation Modeling. Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan Program LISREL 8.80. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gorelick, C., Nick Milton and Kurt April. 2004. Performance Through Learning: Knowledge management in practice. Elsevier Inc., Burlington.

Goldenberg, C. 2004. Successful School Change: Creating Settings to Improve Teaching and Learning. Teacher College Press, New York.

Hodges, T. K. 2002. Linking Learning and Performance. Butterworth–Heinemann, Boston.

Huss, J. A. 2007. Web-Based Teacher Preparation Programs and Elementary Education: Will Principals Hire These Teachers?. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Kartajaya, H. 2008. New Wave Marketing, The World is Still Round, The Market is Already Flat. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

McLaughlin, M. W. and Jhon E. Talbert. 2006. Building School-Based Teacher Learning Communities: Professional Strategies to Improve Student Achievement. Teachers College Columbia University Press, New York.

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2005. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Orvis, K.L. and Andrea L.R. Lassiter. 2007. Computer-Supported Collaborative Learning: Best Practices and Principles. Information Science Publishing, New York.

Phillips,P., John Wells, Philip Ice, Reagan Curtis and Rachel Kennedy. 2007. A Case Study of the Relationship Between Socio-Epistemological Teaching Orientations and Instructor Perceptions of Pedagogy in Online Environments. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Redish,T. and Tak C. Chan. 2007. Technology Leadership: Aspiring Administrators’ Perceptions of Their Leadership Preparation Program. Electronic Journal for the Integration of Technology in Education (6, 2007). College of Education, Idaho State University. (Online) http://ejite.isu.edu/, diakses tanggal 12 Mei 2008.

Renninger, K. A., and Shumar, W. 2004. Building Virtual Communities: Learning and Change in Cyberspace. Cambridge University Press, Cambridge.

Sallis, E. 2002. Total Quality Management in Education. Kogan Page Ltd., London.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta, Bandung.

Williams, R. L. 1994. Essentials of Total Quality Management. AMACOM, New York.


schEduler : Software Pembuat Jadwal Pelajaran Otomatis

Oktober 3, 2009

Sekedar menyimpan data..

Selain Editor Jadwal Pelajaran di http://asepsuhendar.wordpress.com/2007/12/16/editor-jadwal-pelajaran/, dulu saya pernah membuat software pembuat jadwal pelajaran otomatis.. awalnya sih mau dibuat komersil, setelah jadi guru 100% tidak sempat lagi maintenance-nya, plus lebih baik beramal sepertinya.. dibuat gratis saja.. :-)

Saya baru coba upload, ini link-nya: http://www.ziddu.com/download/6751092/schEduler_windows_1_3.exe.html .

Software itu ada updatenya, untuk berbagai jenis sekolah dan mengatasi bug.. cuma saya lupa mana yg stabil version-nya, sudah lama banget, nanti saya upload updatenya seluruhnya kalau sudah ada waktu, yg mau coba-coba dulu download yg diatas saja, tapi saya tidak jamin berjalan mulus.. mohon ma’af.

Asep Suhendar


Ulangan 1 Sistem Operasi Dasar

Oktober 3, 2009

Pengumuman..

Untuk Siswa X TKJ SMKN 1 Pangandaran, ulangan 1 Sistem Operasi Dasar di http://elearning.asepsuhendar.info , mulai tgl Senin 5 sd 15 Oktober 2009. Segera siapkan!

AsepS


Seting Server untuk Belajar Siswa

September 11, 2009

Setelah sekian lama ga sempet nulis di blog saya coba belajar menulis lagi nih walaupun dgn waktu yg sudah mepet..

Baru-baru ini saya instal server ubuntu 8.04 untuk siswa belajar..

Yang saya install di server ada dibawah ini, tapi penjelasannya nanti lagi ah kalau ada waktu, mudah-mudahan bermanfa’at:

DNS (untuk belajar saja)

DHCP (biar ga usah set ip address tiap komputer)

install.. caranya banyak di blog lain

Share Internet:

di /etc/rc.local saya tulis:

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

echo 1 > /proc/sys/net/ip4/ip_forward

DANSGUARDIAN

(biar siswa selamat dari situs dgn konten negatif)

Dansguardian pake port 8080, biar ga usah set tiap komputer saya alihkan saja port 80 (http request – tcp/ip) dari klien ke 8080:

iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8080

konsekuensinya internet jadi agak lambat memang (maklum servernya komp. server-serveran)..

MOODLE

sudo apt-get install moodle

moodle dibagi ke komp. lain:

sudo nano /etc/apache2/conf.d/moodle

baris

#allow from all

hilangkan # -nya

biar diakses pake ip address lebih nyaman:

sudo nano /etc/moodle/config.php,

jadikan: wwwroot = ‘http://(ip address server belajar siswa)/moodle’;

restart apache

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Mohon masukan kalau ada yg memiliki cara yg lebih efektif..

Moodle:

sudo apt-get install moodle

This moodle install will only work from the localhost. To make it accessible from other hosts you must edit the file /etc/apache2/conf.d/moodle. Type

sudo nano /etc/apache2/conf.d/moodle

(This is actually a soft link from /etc/moodle/apache.conf). This fires up the ‘nano’ text editor which is command line text editor and the sudo gives you the write access you need.

About 10 lines down you see the following line

#allow from all

The # indicates it is commented out, so remove the # and use CTRL+O to save the file.

Now restart apache by typing

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Software untuk Partisipan Survey

Mei 22, 2009

Dengan hormat,

Bersama ini saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerelaan Bapak/Ibu rekan guru sekalian dalam survey online yang saya buat di http://research.asepsuhendar.info/index.php?sid=49316〈=id. Sungguh partisipasi rekan dalam survey tersebut telah membantu saya dalam menyelesaikan penelitian yang saya buat untuk penulisan tesis saya yang berjudul “PENGARUH BUDAYA BELAJAR, DUKUNGAN MANAJEMEN, DAYA DUKUNG SARANA, DAN KUALITAS PEMANFA’ATAN INTERNET TERHADAP KOMPETENSI GURU”.

Semoga kebaikan rekan sekalian dibalas Allah SWT dengan balasan yang lebih besar, Amin.

Sebagai ungkapan terima kasih saya persembahkan software sederhana ini.

Software ini saya beri nama “Buku 1” yang berfungsi untuk menampilkan berbagai peraturan dalam bidang pendidikan baik yang disertakan bersama software ini maupun yang dapat diakses secara online. Software ini juga berfungsi untuk memudahkan para guru untuk mengakses berbagai sumber daya untuk pembelajaran lainnya, baik dalam format pdf, video, dokumen Microsoft word, dan sebagainya.

Software tersebut dapat di download di http://buku1.asepsuhendar.info .

Untuk selanjutnya semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki terus software ini dan rencananya versi selanjutnya dan update dari software ini akan saya masukan di http://buku1.asepsuhendar.info.

Berbagai saran, masukan, url, dan sumber bermanfa’at dapat Bapak/Ibu sampaikan melalui email ke: asepsuhendar07@gmail.com.

Semoga bermanfa’at.

Hormat saya,

Asep Suhendar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.