e-learning

PEMBELAJARAN JARAK JAUH MELALUI E-LEARNING

 

Pekembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terjadi dengan sangat pesat dalam akhir-akhir ini telah memberi pengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat. Sebelas tahun yang lalu (tahun 1997) Bill Gate (Microsoft) mengatakan beberapa hal dalam hubungannya dengan perkembangan TIK, diantaranya yaitu:

  • Kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang akan senantiasa merubah cara kita:
    • belajar
    • bekerja
    • bergaul
    • berbelanja.
  • Teknologi tersebut akan mempengaruhi dan lebih merasuk pada cara hidup kita yang tidak dapat kita kenal sebelumnya.

Apa yang dikatakan Bill Gate tersebut dapat kita rasakan secara nyata sekarang di lingkungan kita, di Indonesia, walaupun belum memang belum terasa oleh semua orang Indonesia. Situs-situs e-commerce, internet banking, dan situs bisnis lainnya telah merubah cara kita berbelanja/bisnis dari cara-cara tradisional. Paling tidak, ketika kita akan berbelanja barang tertentu yang dianggap khusus (misalnya laptop) kita akan menggunakan internet untuk melihat harga barang yang akan kita beli melaui Internet sebagai pembanding. Yahoo Messenger, situs-situ kolaborasi seperti friendster, dan aplikasi kolaborasi lainnya telah mengubah cara bergaul masyarakat terutama anak muda dari cara-cara tradisional. Selain itu lahirnya bentuk kantor virtual, berbagai sistem informasi manajemen, model-model bisnis reseller, multilevel marketing via Internet, dan bisnis online lainnya juga telah merubah cara bekerja banyak orang di lingkungan kita. Sungguh semuanya tidak kita bayangkan apalagi kita kenal sebelumnya, tapi fenomena itu begitu cepat mempengaruhi dan meraksuk pada cara hidup kita.

Pertanyaan sekarang bagaimana perkembangan TIK tersebut telah berpengaruh terhadap pendidikan dan cara belajar masyarakat khususnya siswa di Indonesia? Apakah TIK memberi pengaruh positif terhadap pendidikan di Indonesia? Strategi apa yang harus ditempuh agar TIK memberikan manfaat yang maksimal untuk pendidikan di Indonesia?

Tulisan ini bukan untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, namun setidaknya pertanyaan tersebut menjadi “PR” bagi kita untuk senantiasa berfikir melalui pengkajian lebih mendalam dan berbagai penelitian agar TIK memberika manfaat yang maksimal bagi perkembangan kualitas pendidikan di Negara tercinta ini.

 

TIK dan Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Pendidikan

Di Negara-negara maju pemanfa’atan TIK yang identik dengan kehadiran Internet berawal dari lingkungan akademik, seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian, sementara pemanfa’atan Internet dalam bisnis baru dimulai sekitar tahun 1995. Fenomena yang berbeda terjadi di Indonesia, dimana Internet hadir sebagai tuntutan bisnis yang difasilitasi oleh lahirnya perusahaan-perusahan ISP (Internet Service Provider). Selain itu sepertinya timing hadirnya internet di Indonesia seperti “tidak tepat”, yakni internet hadir pada saat Negara kita mengarah kepada krisis ekonomi yang berujung kepada krisis politik (akhir masa Orde Baru). Dengan latar belakang situasi seperti itu tentu saja konsentrasi para pemegang kebijakan tidak berada dalam strategi kemajuan pendidikan, apalagi sampai pada pemanfa’atan TIK dalam bidang pendidikan. Sebagai implikasinya pemanfa’atan TIK di Negara kita seperti berjalan tanpa perencanaan dan hadir hanya sebagai tuntutan dunia usaha (bisnis). Saat itu TIK hadir di sekolah juga berawal dari tuntutan lapangan pekerjaan terhadap kompetensi lulusan yang bersifat lokal, bukan berawal dari tuntutan kurikulum dan sebagai suatu yang direncanakan dengan baik. Namun sekarang kita perlu bersyukur karena perkembangan TIK tertuang dalam kebijakan pemerintah dalam pendidikan. Dalam Permendiknas No. 22 tentang Standar Isi, TIK telah dimasukan dalam kurikulum pendidikan mulai jenjang SMP. Selain itu terlepas dari berhasil dan tidaknya, juga kendala yang dihadapinya, Jardiknas mudah-mudahan memberikan dorongan tersendiri bagi masyarakat khususnya warga pendidikan (pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa) untuk lebih memanfa’atkan TIK dalam pendidikan.

Lebih lanjut untuk menuju kepada Visi Pendidikan Nasional, yaitu “Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah“, pemerintah juga telah menetapkan Tiga Pilar Kebijakan Pendidikan, yaitu:

  1. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan;
  2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan;
  3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan.

Salah satu kebijakan dalam rangka mencapai pemerataan dan perluasan akses pendidikan adalah pemanfa’atan TIK sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

  

E-Learning Sebagai Sebuah Bentuk Pembelajaran Jarak Jauh

 

Gambar  Iklan m-learning NTT DOCOMO Jepang, m-learning sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh memungkinkan siswa untuk menerima pengajaran tanpa terbatas tempat, namun sikap belajar mandiri diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran

 

Ada dua pengertian yang berbeda berkenaan dengan terminologi Pembelajaran jarak jauh:

Pertama pembelajaran jarak jauh sebagai suatu bentuk pelaksanaan pendidikan tersendiri, yakni pembelajaran jarak jauh bentuk lain pembelajaran yang mengganti pembelajaran melalui tatap muka di kelas, atau sering disebut dengan istilah “distance learning“. Sistem pembelajaran jarak jauh telah diterima di seluruh dunia sebagai pendidikan yang sah dan diakui sama dengan bentuk pendidikan yang lain.

Kedua pembelajaran jarak jauh sebagai sebagai pelengkap dari pembelajaran tatap muka di kelas. Dalam hal ini pembelajaran jarak jauh bukan merupakan suatu bentuk pendidikan tersendiri, tapi lebih kepada media yang sifatnya mendukung pembelajaran dalam kelas. Dalam artikel ini penulis lebih bicara dalam pengertian yang kedua ini.

Namun apapun bentuk pembelajaran jarak jauh, pada prinsipnya terdapat kesamaan, yaitu pengajar dan siswa terletak di tempat yang berbeda. Sebagai implikasi dari perbedaan tempat pengajar dan siswa ini maka siswa tidak diarahkan secara langsung oleh pengajar dan karenanya siswa harus memahami hakekat dan semangat belajar mandiri melalui sistem e-learning (pembelajaran melalui media elektronik). Yang menjadi masalah disini adalah menerapkan belajar mandiri pada siswa adalah proses mengubah kebiasaan (dari belajar dengan bimbingan langsung), dan mengubah kebiasaan biasanya suatu hal yang memerlukan kerja keras. Oleh karena itu agar e-learning sebagai suatu bentuk dari pembelajaran jarak jauh dapat memberikan peran dalam pencapaian pemerataan dan perluasan akses pendidikan di Indonesia maka perlu kerja keras dari semua pihak (terutama guru dan orang tua) dalam menanamkan kebiasaan belajar mandiri bagi siswa.

Semangat belajar mandiri adalah sikap yang mutlak diperlukan dalam era TIK, dimana era ini sering dikatakan orang sebagai “abad informasi”. Dalam abad informasi ini maka siapa yang menguasai jaringan informasi maka dialah yang akan menang. Hal itu dapat kita lihat bahwa orang-orang yang menempati peringkat dengan kekayaan terbesar abad ini adalah orang-orang yang menguasai TIK, Bill Gate dari Microsoft, Sergey Brin dan Larry Page dari Google adalah salah satu contohnya. Sebagai informasi bahawa kekayaan yang dimiliki Google saat ini menyamai APBN beberapa Negara kecil (David A. Vise, 2006). Semangat untuk menang artinya semangat untuk menguasai informasi, dan semangat untuk menguasai informasi adalah bentuk dari semangat belajar mandiri.

Dari uraian diatas maka kita dapat menyimpulkan paling tidak ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi e-learning sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh agar dapat berhasil dengan baik, yaitu:

Pertama adalah persyaratan teknologi yaitu teknologi yang dimiliki e-learning harus dapat memberikan fasilitas bagi terlaksananya semua proses pembelajaran sebagaimana proses yang dijalankan secara formal (dalam kelas) namun dijalankan secara jarak jauh dalam artian siswa dan pengajar terletak dalam tempat yang berbeda. Termasuk dalam persyarat teknologi ini adalah tersedianya fasilitas TIK yang memungkinkan e-learning dilaksanakan dan aplikasi yang dapat memungkinkan terlaksananya pembelajaran seperti dalam ruang kelas nyata. Fasilitas TIK (termasuk akses internet) sekarang masih merupakan persyaratan yang sulit untuk dipenuhi terutama untuk siswa dan guru yang ada di daerah, kalaupun ada (misalnya melalui jaringan telepon selular) tapi masih mahal. Persyaratan aplikasi ini sekarang dapat dipenuhi dengan baik dengan adanya aplikasi pembelajaran jarak jauh menggunakan media halaman web yang disebut Learning Management System (LMS). Terdapat banyak aplikasi LMS dan tiga aplikasi LMS yang popular Moodle, Sakai, dan Olat.

Kedua adalah persyaratan sikap yakni karena dalam e-learning tanggung jawab pembelajaran secara otomatis berpindah kepada siswa itu sendiri secara penuh (peran dominan buka lagi pada pengajar) maka sikap semangat belajar mandiri menjadi sikap mutlak yang harus dimiliki siswa.

 


 

Gambar  Teknologi Ruang Kelas Virtual 2010, NTT DOCOMO Jepang

 

http://www.rombel.net Sebagai Sebuah Situs E-Learning

 Rombel (http://www.rombel.net) adalah sebuah situs kolaborasi dan e-learning. Rombel memberikan fasilitas bagi siapapun untuk daftar sebagai anggota baik untuk maksud berkolaborasi, belajar, mengajar, atau esibisi karya.

Fasilitas kolaborasi di Rombel memungkinkan hubungan komunikasi yang tidak terbatas (waktu dan tempat) antar seorang siswa/kelompok siswa dengan siswa/kelompok siswa lain, siswa/kelompok siswa dengan pengajar/kelompok pengajar, pengajar/kelompok pengajar dengan pengajar/kelompok pengajar yang lain, juga komunikasi antar anggota lainnya yang dapat berupa sekolah, lembaga pendidikan, surat kabar atau majalah pendidikan, serta sumber-sumber lainnya yang berbagi ilmu, praktik-praktik, serta nilai-nilai lain dari ilmu pengetahuan. Kolaborasi tersebut dapat berupa forum diskusi, chatting, milis, dan masih banyak fasilitas kolaborasi lainnya. Kolaborasi sangat penting dalam pendidikan, Riel, M., & Fulton, K. (2001) dalam bukunya yang berjudul “The role of technology in supporting learning communities” menjelaskan bahwa kolaborasi mutlak diperlukan untuk meningkatkan kemampuan berfikir secara cepat, menyesuaikan terhadap kondisi yang berubah, membentuk kelompok, dan bekerja secara nyaman dalam lingkungan informasi global. Sebuah penelitian yang dilakukan Venville, Wallace, Rennie, dan Malone (2000) menemukan bahwa dalam pembelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam semangat belajar siswa dalam belajar meningkat setelah adanya kolaborasi dan komunikasi antar siswa yang dibentuk dalam kelompok (pasangan) belajar.

Fasilitas belajar di Rombe memberikan fasilitas bagi siswa atau siapapun yang hendak belajar untuk dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh. Fasilitas yang mendukung pembelajaran di Rombel adalah ruangan-ruangan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk membaca sumber bacaan, mencari sumber bacaan lain dengan topik yang sama di Internet, ulangan, mengumpulkan tugas, melihat peringkat,mengunduh sumber pembelajaran lain, berdiskusi dengan siswa lain dan pengajar melalui fasilitas chatting dan forum diskusi, serta fasilitas lainnya.

Fasilitas mengajar di Rombe memberikan fasilitas bagi guru/pengajar untuk memberikan pembelajaran sebagaimana pembelajaran yang dilakukan dalam ruang kelas nyata, yakni merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan membuat evaluasi serta analisis pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru/pengajar dapat membuat pembelajaran baik yang sifatnya gratis maupun berbayar.

Fasilitas eksibisi karya dan kolaborasi lain memfasilititasi pihak-pihak yang akan mempublikasikan karya, berita (missal untuk pihak tabloid pendidikan), dan diskusi tertentu (missal untuk kelompok MGMP).

Untuk mengatasi mahalnya biaya akses internet maka untuk masa yang akan datang Rombel rencananya akan mengeluarkan CD yang memungkinkan sumber-sumber pembelajaran di Rombel dapat diakses secara offline.

Kesimpulan

Dari uraian diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Perkembangan TIK telah merubah cara hidup kita termasuk cara kita belajar.
  2. Pemerintah mendukung pemanfa’atan TIK dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar isi, juga dalam kebijakan dalam rangka mencapai pemerataan dan perluasan akses pendidikan melalui pemanfa’atan TIK sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.
  3. Dua persyaratan utama yang harus dipenuhi e-learning agar dapat berhasil dengan baik, yaitu persyaratan teknologi dan persyaratan sikap belajar mandiri.
  4. Mahalnya fasilitas TIK (termasuk didalamnya akses internet) masih menjadi kendala bagi terlaksananya pembelajaran jarak jauh melalui e-learning.
  5. Rombel (http://www.rombel.net) merupakan situs e-learning memberikan fasilitas bagi siapapun untuk daftar sebagai anggota baik untuk maksud berkolaborasi, belajar, mengajar, atau esibisi karya.

 

Demikian tulisan ini saya susun semoga bermanfa’at khusus bagi penulis, juga bagi pembaca semuanya. Sudah tentu terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa penulis nantikan untuk kebaikan penulisan makalah/artikel selanjutnya.

Daftar Pustaka

  1. Hocutt, M., Stanford, R., Wright, V.H., Raines, M., (2002). How Students Learn New Technologies. College of Education, Idaho State University.
  2. Riel, M., & Fulton, K. (2001). The role of technology in supporting learning communities. Phi   Delta Kappan, 82(March), 518-523.
  3. Venville, G., Wallace, J., Rennie, L., & Malone, J. (2000). Bridging the boundaries of   compartmentalized knowledge; student learning in an integrated environment. Research in Science & Technological Education, 18, 23-35.

Artikel lengkap dalam format pdf di http://www.ziddu.com/download.php?uid=aLGblZupaLOhmZuttayZlJyiZ7CWlJWr7.

2 Balasan ke e-learning

  1. Alfin mengatakan:

    maju terus dunia IT Indonesia, semoga link ini bisa bermanfaat http://sinauonline.50webs.com/Download%20Area.html

  2. Alfin mengatakan:

    Bagi yang Pakar di Bidang IT (Programming , webmaster dll ) link diatas bisa dijadikan buat tambahan penghasilan , banyak seklai project2 yang bisa kita kerjakan disana. Untuk info selanjutnya anda bisa lihat di http://itproject.tk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: