Lima Tuntutan Bagi Guru untuk Meningkatkan Kompetensinya

Membaca bukunya Edward Sallis (2002) yang berjudul TQM in Education saya menjadi tergerak untuk menuliskannya disini:
Paling tidak terdapat lima alasan yang melatar belakangi pentingnya guru untuk meningkatkan kompetensi, yaitu alasan moral, alasan professional, alasan kompetitif, alasan akuntabilitas, dan alasan formal, yaitu:
1. Alasan moral
Para siswa, orang tua dan masyarakat berhak atas mutu terbaik pendidikan. Ini adalah landasan moral di dalam pendidikan. Untuk itu menjadi tugas guru sebagai profesional bidang pendidikan untuk menyediakan pelayanan yang terbaik.
Alasan inilah yang yang memanggil jiwa Ibu Muslimah dalam Laskar Pelangi untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada siswanya.

2. Alasan professional
Profesionalisme menyiratkan suatu dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan melaksanakan praktek-praktek pedagogis paling sesuai. Untuk itu tugas guru untuk memberikan praktek-praktek pedagogis unggul sesuai dengan standar yang ditentukan.
Rekan guru, saya berharap kita dapat berbagi tentang metode mengajar juga praktek pedagogis lain yang unggul di milis ini.

3. Alasan kompetitif
Sebagaimana dalam dunia komersial, dalam pendidikan juga terdapat kompetisi. Oleh karena itu para pendidik dan staf kependidikan dihadapkan pada tantangan kompetisi, untuk itu maka lembaga pendidikan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kurikulumnya.

4. Alasan Akuntabilitas
Guru memiliki tuntutan akuntabilitas mencakup kejelasan tujuan dan outcome dari hasil pembelajaran yang terukur oleh masyarakat.

Keempat alasan diatas dikemukakan oleh Sallis (2002) dalam bukunya “TQM in education”, namun tentu saja bagi kita ada alasan formal yang menuntut upaya kita meningkatkan kompetensi.
5. Alasan Formal
Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, juga Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru adalah alasan formal yang mendasari kewajiban guru untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya.

Alasan formal merupakan kristalisasi dari keempat alasan diatas dalam bentuk peraturan/perundang-undangan. Tentu saja banyak dari aktifitas guru untuk meningkatkan kompetensi dirinya yang tidak ter-cover oleh peraturan/perundang-undangan karena belum ada peraturan yang dapat meinventarisirnya. Dalam keadaan seperti ini empat alasan sebelumnya hendaknya menjadi rujukan kita sebagai guru untuk tetap meningkatkan kualitas pembelajaran.

Asep Suhendar
SMPN 3 Langkaplancar Ciamis
http://asepsuhendar.info

8 Balasan ke Lima Tuntutan Bagi Guru untuk Meningkatkan Kompetensinya

  1. dwi mengatakan:

    Betul sekali pa Asep. Saya setuju dengan upaya upgradement yang harus dilakukan terus menerus oleh guru untuk menghindari stagnansi mutu pembelajaran. Dan saya rasa disamping tugas guru sebagai pribadi, tugas pemerintah juga untuk secara reguler me’refresh’ para guru, terutama yang ‘old collection’, yang karena lamanya mengajar sehingga sering kali mengalami titik jenuh dan terjebak dalam rutinitas. Ini yang kemudian memunculkan opini, kurikulum boleh berganti dan berubah tapi pembelajaran tetap berlangsung begitu-gitu saja..

  2. anang mengatakan:

    salam kenal buat bpk asep suhendar, bila nggak keberatan join info dengan saya.
    Saya guru TIK di smk swasta di kota gresik. sudah lebih 10 tahun (cukup lama) mengabdi. Sharing dong info-info TIK di email saya. Thank banyak

    • asepsuhendar mengatakan:

      Salam kenal juga Pak Anang, mari kita sharing..coba Bapak gabung di milis klub guru (klubguruindonesia@yahoogroups.com) saya mendapat manfa’at dan informasi yg bermanfa’at didalamnya..

  3. Abdi Guru Agung mengatakan:

    […] Diarsipkan di bawah: Uncategorized — abdiguru @ 10:03 AM Lima Tuntutan Bagi Guru untuk Meningkatkan Kompetensinya […]

  4. Sriayu mengatakan:

    Mantaplah 6 kriteria itu. Dari dulu juga sudah berkumandan Tutwuri Handayani, Ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tu lo do (eh bener gak sih tulisannya ? he he he…)

    Saya ada artikel baru tuh. Tentang Seleksi Peserta Sertifikasi yang ‘aneh’. Tak tunggu comment-nya (ngarep bro… he he he….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: