MARI BERIMAJINASI TENTANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN PANGANDARAN

091214_0831_MARIBERIMAJ1.jpg

Gambar diambil dari http://kosmix.co tanggal 12/9/2014 untuk melengkapi tulisan yang ditulis tanggal 29/8/2014

Saat ini, Hari Jum’at tanggal 29 Agustus 2014, tepat 408 Hari Disdibudpora Kabupaten Pangandaran melaksanakan layanan bidang Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, sejak tanggal 17 Juli 2013. Tugas pokok kami di sub bagian Program Disdikbudpora dalam Perbup Nomor 9 Tahun 2013, adalah pembentukan pendataan, perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan setiap kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, yang merupakan tugas-tugas yang bagi kami sendiri merupakan beban yang sangat berat. Bukan saja karena tuntutan kemampuan teknis yang harus menjadi modal teknis yang harus dimiliki, jadi modal pelaksanaan tugas, tapi yang lebih berat lagi adalah tanggung jawab moral, ada kekhawatiran kami bahwa tindakan kami saat ini, dimana Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga masih sangat muda, tentu sedikit banyak akan mewarnai Pendidikan di Kabupaten Pangandaran dimasa yang akan datang apa jadinya jika warna itu warna yang salah.

Pendataan, yang merupkan tindakan identifikasi dan bahkan bisa juga merupakan tindakan diagnosa, akan menjadi penentu utama bagi tindakan-tindkan selanjutnya.

Ketika kita melakukan pendataan dalam kerangka identifikasi, kita tidak mungkin memandang Pendidikan di Pangandaran seperti memandang lahan yang masih kosong yang diatasnya belum ada bangunan, tapi harus memandang pendidikan di Pangandaran sebagai sebuah bangunan yang diwariskan Kabupaten Ciamis.

Orang lain boleh berkata bangunan pendidikan ini baik atau buruk tergantung dari sisi mana ia memendang, yang jelas dari sudut pandang manapun ia menilai, harus kita sadari bahwa kekurangan pada bangunan pendidikan ini adalah suatu hal yang pasti ada dan wajar, bahkan inilah tantangan kita.

Untuk dapat mengidentifikasi dengan baik, tentu kita harus dapat menyusun instrumen untuk mengukurnya, tapi apa yang harus kita identifikasi? Secara formal OK, ketika saya diminta untuk identifkasi oleh Kemendikbud, kita tinggal mengukur Pendidikan di Pangandaran dengan melihat indikator pencapaian kinerja yang disediakan oleh Kemendikbud, untuk Tahun 2013, ini hasilna :

1.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T1

KODE SASARAN STRATEGIS Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S1.1 APK PAUD Kemdikbud mencapai 72,00% 13,8% 58,2%
S1.2 PTK PAUD yang mengikuti peningkatan kompetensi mencapai 44,63%

Belum terukur100%S1.3Sebanyak 15,00% PTK PAUD memperoleh penghargaan dan perlindunganBelum terukur100%S1.4Jumlah model dan program PAUD yang dikembangkan di tingkat kecamatan sebanyak …0%100%S1.5Sebanyak 20,00% lembaga dan program PAUD mendapatkan pemetaan mutu0%100%

2.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T2

Kode Sasaran Strategis Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S2.1 APM SD/SDLB/Paket A mencapai 83,57% 89,1%
S2.2 Rasio kesetaraan jender SD/SDLB mencapai 98,00% Belum terukur 100%
S2.3 Peserta didik SD/SDLB putus sekolah sebanyak 0,70% Belum terukur 100%
S2.4 Lulusan SD/SDLB yang melanjutkan pendidikan sebanyak 97% Belum terukur 100%
S2.5 SD yang menerapkan e-pembelajaran mencapai 40% 0% 100%
S2.6 SD yang memiliki fasilitas internet mencapai 30% 0% 100%
S2.7 SD/SDLB yang menerapkan kurikulum 2013 mencapai 43,33% 5% 95%
S2.8 SD/SDLB yang berakreditasi mencapai 85% 100% 0
S2.9 SD/SDLB yang memenuhi SPM mencapai 64% Belum terukur 100%
S2.10 Nilai total tertimbang medali dari kompetisi internasional tingkat pendidikan dasar sebanyak … Belum terukur 100%
S2.11 APK SMP/SMPLB/Paket B mencapai 79,53% 91,5% 0%
S2.12 APM SMP/SMPLB/Paket B mencapai 58,17% 70,1% 0%
S2.13 Rasio kesetaraan jender SMP/SMPLB mencapai 98% Belum terukur 100%
S2.14 Peserta didik SMP/SMPLB yang putus sekolah mencapai 1,00% Belum terukur 100%
S2.15 Lulusan SMP/SMPLB yang melanjutkan ke sekolah menengah mencapai 94% Belum terukur 100%
S2.16 SMP yang menerapkan e-pembelajaran mencapai 60% Belum terukur 100%
S2.17 SMP yang memiliki fasilitas internet mencapai 60% Belum terukur 100%
S2.18 SMP/SMPLB yang menerapkan kurikulum 2013 mencapai 66,66% 1% 99%
S2.19 SMP/SMPLB yang berakreditasi mencapai 70,90% 100% 0%
S2.20 SMP/SMPLB yang memenuhi SPM mencapai 75% Belum terukur 100%
S2.21 Guru SD/SDLB dalam jabatan yang berkualifikasi akademik S1/D4 mencapai 82% Belum terukur 100%
S2.22 SD yang memiliki rasio guru terhadap siswa sesuai SPM mencapai 13% Belum terukur 100%
S2.23 Rasio guru terhadap siswa SD mencapai 1:28 1:18 0%
S2.24 Guru SMP/SMLB dalam jabatan yang berkualifikasi akademik S1/D4 mencapai 98% Belum terukur 100%
S2.25 SMP yang memiliki rasio guru terhadap siswa sesuai SPM mencapai 13% Belum terukur 100%
S2.26 Rasio guru terhadap siswa SMP mencapai 1:32 27:1 0%
S2.27 Pendidik dan tenaga kependidikan yang menerima tunjangan mencapai 100% 90% 10%
S2.28 Kab/Kota yang memiliki tenaga kependidikan sesuai SPM mencapai 82% Belum terukur 100%

3.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T3

KODE SASARAN STRATEGIS Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S3.1 APK Nasional Kemdikbud SMA, SMK, SMLB dan Paket C mencapai 77,10% 48,80% 28,3%
S3.2 Meningkatkan persentase SMA, SMK, SMLB dan Paket C yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) mencapai 58,00% pada tahun 2014 Belum terukur 100%
S3.3 Meningkatkan persentase PTK SMA, SMK, PKLK dan Paket C yang memenuhi SNP mencapai 75% pada tahun 2014 Belum terukur 100%
S3.4 Meningkatnya satker mendapat dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis program pendidikan menengah mencapai 98% Belum terukur 100%

4.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T4

Tidak menjadi sasaran Disdikbudpora.

5.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T5

KODE SASARAN STRATEGIS Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S5.1 Sebanyak 19,00% anak lulus SMP tidak melanjutkan, putus dan/atau lulus sekolah menengah tidak melanjutkan mendapatkan layanan pendidikan keterampilan Belum terukur 100%
S5.2 Sebanyak 100% peserta didik kursus dan pelatihan memperoleh sertifikat kompetensi Belum terukur 100%
S5.3 Sebanyak 20,00% lembaga kursus dan pelatihan berakreditasi A dan B 0% 100%
S5.4 Penduduk buta aksara usia dewasa mencapai 3,83% Belum terukur 100%
S5.5 Kabupaten telah menerapkan pengarusutamaan gender bidang pendidikan 100% 100%
S5.6 Kabupaten telah menyelenggarakan parenting education 0% 100%
S5.7 PKBM bernomor induk lembaga mencapai 80,00% Belum terukur 100%
S5.8 Kabupaten telah memiliki minimal 10 TBM 100% 100%
S5.9 PTK nonformal dan informal yang mengikuti peningkatan kompetensi mencapai 44,63% Belum terukur 100%
S5.10 Sebanyak 15,00% PTK nonformal informal memperoleh penghargaan dan perlindungan Belum terukur 100%
S5.11 Jumlah model dan program nonformal dan informal yang dikembangkan di tingkat regional sebanyak … 0% 100%
S5.12 Sebanyak 20,00% lembaga dan program nonformal dan informal mendapatkan pemetaan mutu 0% 100%

6.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T6

KODE SASARAN STRATEGIS Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S6.1 Jumlah bahasa daerah di Indonesia teridentifikasi mencapai 634 Belum terukur 100%
S6.2 Jumlah guru bahasa Indonesia memiliki kemahiran berbahasa Indonesia sesuai standar nasional mencapai 17.572 Belum terukur 100%
S6.3 Jumlah TUK (Tempat Uji Kemahiran) bahasa Indonesia mencapai 12 Belum terukur 100%
S6.4 Jumlah provinsi tertib dalam penggunaan bahasa indonesia di ruang publik mencapai 25 Belum terukur 100%
S6.5 Jumlah majalah bahasa dan sastra diterbitkan secara berkala mencapai 6 Belum terukur 100%
S6.6 Jumlah fasilitasi pembelajaran BIPA di luar negeri mencapai 50 Belum terukur 100%
S6.7 Cagar budaya yang dilestarikan sebanyak .. Belum terukur 100%
S6.8 Jumlah pengunjung pada museum yang direvitalisasi mencapai … Belum terukur 100%
S6.9 Sekolah yang difasilitasi sarana budaya sebanyak … Belum terukur 100%
S6.10 Jumlah fasilitasi film yang berkarakter sebanyak .. Belum terukur 100%
S6.11 Jumlah komunitas budaya yang difasilitasi sebanyak … Belum terukur 100%
S6.12 Jumlah orang yang mengapresiasi sejarah dan karya budaya mencapai … Belum terukur 100%
S6.13
S6.14 Jumlah warisan budaya nasional yang ditetapkan mencapai … Belum terukur 100%

7.      Sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis T7

KODE SASARAN STRATEGIS Kondisi Saat Ini Kesenjangan
S7.1 Opini Audit BPK RI atas laporan keuangan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

 

Belum terukur/ dilaksanakan100%S7.2Skor Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sekurang-
kurangnya 79

Belum terukur/ dilaksanakan100%S7.3Realisasi penyerapan anggaran 100% setiap tahunnyaBelum terukur/ dilaksanakan100%

Pertanyaannya apakah itu cukup?

Menurut pendapat saya pribadi indikator kinerja Kemdikbud dalam rentra Kemdikbud belum cukup untuk menggunakan proses pendidikan yaitu proses memanusiakan manusia. Jika kita lihat, indikator yang ada haya mengukur angka formal.

Terus ketercapaian afektif berupa sikap, akhlak, karakter, dimana ya? Saya tidak dapat melihat indikator itu muncul. Mungkin rekan yang membaca disini bahkan dapat melihat lebih banyak lagi yang belum terukur.

Untuk itu melalui tulisan ini kami mengajak rekan semua untuk sama-sama mencurahkan ide mengenai bentuk pendidikan di Kabupaten Pangandaran yang diimpikan, yang selanjutnya kita dapat menentukan indikator-indikator apa saja yang harus diukur yang menggambarkan indicator kinerja pembangunan Pendidikan di Pangandaran yang diwariskan Kabupaten Ciamis ini, agar kita dapat menentukan arah perbaikan yang harus kita buat.

Sekali lagi ingat, kita TIDAK MEMBANGUN DARI NOL, tapi kita harus MENINGGIKAN DAN MEMPERCANTIK bangunan yang sudah di wariskan Kabupaten Ciamis.

Kalau ada yang menganggap kita dari NOL, artinya ia berpikiran harus menghancurkan dulu bangunan dan tatanan yang ada, satu harga yang sangat mahal dan tidak perlu, dan perlu dipertanyakan, apakah mampu ia berbuat dalam waktu dekat? Saya yakin 100% tidak akan mampu.

Stop dulu kita diskusikan topik di pendataan, insya alloh lain waktu kita bicara di topik lainnya, masih di sekitar membangun pendidikan di Pangandaran.

Bermimpilah setinggi langit… Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. ~ Ir. Soekarno

Imagination is more important than knowledge’ ~ Albert Einstein.

Mari kita berkontribusi untuk Pendidikan di Pangandaran dan mari mulai dengan berimajinasi:

BANGUNAN PENDIDIKAN seperti apa yang Anda idamkan yang berdiri di Kabupaten Pangandaran pada Tahun 2019?”

Tuliskan harapan Anda dalam satu atau dua kata!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: