Mei 22, 2009
Dengan hormat,
Bersama ini saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerelaan Bapak/Ibu rekan guru sekalian dalam survey online yang saya buat di http://research.asepsuhendar.info/index.php?sid=49316〈=id. Sungguh partisipasi rekan dalam survey tersebut telah membantu saya dalam menyelesaikan penelitian yang saya buat untuk penulisan tesis saya yang berjudul “PENGARUH BUDAYA BELAJAR, DUKUNGAN MANAJEMEN, DAYA DUKUNG SARANA, DAN KUALITAS PEMANFA’ATAN INTERNET TERHADAP KOMPETENSI GURU”.
Semoga kebaikan rekan sekalian dibalas Allah SWT dengan balasan yang lebih besar, Amin.
Sebagai ungkapan terima kasih saya persembahkan software sederhana ini.
Software ini saya beri nama “Buku 1” yang berfungsi untuk menampilkan berbagai peraturan dalam bidang pendidikan baik yang disertakan bersama software ini maupun yang dapat diakses secara online. Software ini juga berfungsi untuk memudahkan para guru untuk mengakses berbagai sumber daya untuk pembelajaran lainnya, baik dalam format pdf, video, dokumen Microsoft word, dan sebagainya.
Software tersebut dapat di download di http://buku1.asepsuhendar.info .
Untuk selanjutnya semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki terus software ini dan rencananya versi selanjutnya dan update dari software ini akan saya masukan di http://buku1.asepsuhendar.info.
Berbagai saran, masukan, url, dan sumber bermanfa’at dapat Bapak/Ibu sampaikan melalui email ke: asepsuhendar07@gmail.com.
Semoga bermanfa’at.
Hormat saya,
Asep Suhendar
7 Komentar |
Pendidikan, Software |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Mei 6, 2009
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Guru
Assalamu’alaikum wr. wb.
Sebelumnya saya mohon ma’af jika tulisan ini membuat anda kurang berkenan. Saya Asep Suhendar, guru SMP Negeri 3 Langkaplancar Ciamis, yang saat ini sedang menempuh Program Pascasarjana Magister Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman. Saat ini saya sedang melaksanakan penelitian tesis saya yang berjudul:
PENGARUH BUDAYA BELAJAR, DUKUNGAN MANAJEMEN, DAYA DUKUNG SARANA, DAN KUALITAS PEMANFA’ATAN INTERNET TERHADAP KOMPETENSI GURU
Untuk itu melalui tulisan ini saya mengundang Bapak/Ibu Guru untuk dapat berpartisipasi dengan mengisi angket di http://research.asepsuhendar.info/index.php?sid=49316&lang=id . Mohon ma’af karena dalam angket tersebut Bapak/Ibu akan diminta memasukan nama dan email, saya tidak bermaksud untuk mengumpulkan identitas Bapak/Ibu, proses ini sudah ada dalam software survey yang saya gunakan untuk menjamin keunikan jawaban.
Dalam beberapa kasus email konfirmasi keikutsertaan survey masuk dalam folder JUNK/SPAM/BULK, mohon Bapak/Ibu untuk memeriksa folder tersebut jika email konfirmasi tidak muncul.
Demikian undangan ini, dan saya sampaikan terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu sekalian.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Asep Suhendar
http://asepsuhendar.info
SMP Negeri 3 Langkaplancar Ciamis
——————————–
Gambaran Penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi sekolah dalam upaya menyerap, mengambil, dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan praktek-praktek pembelajaran (Budaya Belajar), struktur, kebijakan, prosedur, aturan, kepemimpinan, kegiatan pengembangan yang ditetapkan “manajer” sekolah yang berkaitan dengan TIK, daya dukung sarana TIK, dan tingkat pemanfa’atan internet oleh guru berpengaruh terhadap perkembangan kompetensi guru (pedagogik, sosial, kepribadian, dan professional).
Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibuat angket secara online dan data akan menjadi diolah dengan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menemukan model terbaik yang menggambarkan hubungan dari setiap variabel penelitian.
Harapan akhir dari penelitian ini adalah dapat ditemukan peta dan kerangka kerja pemanfaatan internet bagi peningkatan kompetensi guru, sehingga dapat menjadi masukan bagi sekolah kami khususnya, Pemerintah, Dinas, dan instansi terkait, juga pihak lain yang berkepentingan dengan masalah ini.
Ket: Angket berisi 37 pertanyaan
6 Komentar |
Manajemen, Pendidikan, Software |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
April 15, 2009
Tulisan ini tentang penelitian yang dilakukan Jason T. Abbitt dan Mitchell D. Klett, semoga menjadi masukan untuk pelaksanaan pelatihan TIK bagi guru.
Jason T. Abbitt dan Mitchell D. Klett melakukan penelitian yang berjudul “Identifying influences on attitudes and self-efficacy beliefs towards technology integration among pre-service educators”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara rasa percaya diri (self-efficacy) calon guru dalam pemanfa’atan (pengintegrasian) teknologi kedalam pembelajaran dengan sikap calon guru terhadap teknologi komputer selama dalam pelatihan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Dalam penelitian ini “rasa percaya diri” didefinisikan sebagai keyakinan terhadap kemampuan untuk mengelola dan melaksanakan pencapaian yang diharapkan dari suatu pelatihan.
Penelitian ini berdasarkan pada rumusan masalah sebagai berikut:
a. Apakah terdapat perubahan yang signifikan dalam sikap guru terhadap teknologi komputer atau rasa percaya diri dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dalam empat model pelatihan yang berbeda?
b. Sikap awal yang manakah yang mempengaruhi rasa percaya diri untuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran?
c. Struktur dan desain pelatihan yang manakah yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran?
Penelitan ini menemukan bahwa persepsi kenyamanan terhadap pemanfaatan teknologi komputer menjadi faktor yang signifikan berpengaruh terhadap rasa percaya diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, sedangkan persepsi daya manfaat tidak berpengaruh signifikan terhadap rasa percaya diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini juga menemukan bahwa semua struktur dan metode kursus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan rasa percaya diri guru untuk pemanfaatan teknologi terhadap pembelajaran. Lebih lanjut ditemukan juga bahwa kursus yang berfokus pada isu pemanfaatan teknologi terhadap pembelajaran secara lebih luas/secara global memberikan pengaruh lebih besar terhadap rasa percaya diri guru dari pada pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan teknis pemanfaatan teknologi komputer tertentu.
4 Komentar |
Pendidikan, Software |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Februari 26, 2009
Sistem Informasi Absensi Sekolah adalah sistem informasi untuk mencatat (manual ataupun elektronik), mengelola, dan melaporkan kehadiran/ketidakhadiran siswa.
Informasi lebih lanjut dan download silahkan klik disini.
Semoga bermanfa’at.
8 Komentar |
Pendidikan, Software |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Februari 22, 2009
Berikut ini java applet untuk pembelajaran matematika di:
http://asepsuhendar.info/resources/myapplets
Untuk sa’at ini baru ada empat applet untuk pembelajaran persamaan garis dan grafik fungsi.
Terima kasih semoga bermanfa’at
the other relevant resources:
http://asepsuhendar.wordpress.com/2008/09/07/materi-pembelajaran-matematika/
3 Komentar |
Pendidikan, Software |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Februari 13, 2009
Dalam minggu ini (mg ke 2 bulan Pebruari 2008 ) saya telah menerapkan metode jigsaw dalam pembelajaran untuk MEMPERDALAM KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL. Hasilnya, antusias siswa dalam mengerjakan soal dan bekerjasama meningkat diatas yang saya perkirakan. Untuk menghemat waktu saya memodifikasi metode jigsaw tersebut, terutama dalam presentasi, kelompok mempresentasikan 1 saja pekerjaan kelompok lain.
Jigsaw
Jigsaw atau model tim ahli dalam pembelajaran dikembangkan oleh Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, dan Snapp, 1978.
Langkah-langkah :
- Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim (saya modifikasi jadi 6, karena siswa kelas berukuran jumbo).
- Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda (saya bukan materi tapi 2 soal berbeda tiap tim, satu sederhana, satu lagi soal inovatif)
- Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan (saya menghilangkan ini, tapi full diskusi kelompok)
- Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka (tahapan ini diganti menjadi soal yang berbeda)
- Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
- Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi (ini jadi mempresentasikan pekerjaan kelompok lain)
- Guru memberi evaluasi
- Penutup
Terima kasih
5 Komentar |
Pendidikan |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Februari 13, 2009
Ini percobaan untuk menentukan volume bola:
- Siapkan sebuah wadah yang berbentuk setengah bola berjari-jari r (siswa saya menggunakan bola pingpong yang dibelah, r sekitar 1,75cm) dan sebuah wadah yang berbentuk kerucut berjari-jari r dan tingginya 2r (siswa membuat sendiri tinginya berkisar antara 3,5cm)).
- Isikan pasir ke dalam kerucut sampai penuh.
- Pindahkan pasir di dalam kerucut ke bola. Apakah yang terjadi?





Praktikum matematika dengan metode CTL, meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam geometri.
AsepS
Guru Matematika – SMPN 3 Langkaplancar Ciamis
2 Komentar |
Pendidikan |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar
Januari 22, 2009
Membaca bukunya Edward Sallis (2002) yang berjudul TQM in Education saya menjadi tergerak untuk menuliskannya disini:
Paling tidak terdapat lima alasan yang melatar belakangi pentingnya guru untuk meningkatkan kompetensi, yaitu alasan moral, alasan professional, alasan kompetitif, alasan akuntabilitas, dan alasan formal, yaitu:
1. Alasan moral
Para siswa, orang tua dan masyarakat berhak atas mutu terbaik pendidikan. Ini adalah landasan moral di dalam pendidikan. Untuk itu menjadi tugas guru sebagai profesional bidang pendidikan untuk menyediakan pelayanan yang terbaik.
Alasan inilah yang yang memanggil jiwa Ibu Muslimah dalam Laskar Pelangi untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada siswanya.
2. Alasan professional
Profesionalisme menyiratkan suatu dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan melaksanakan praktek-praktek pedagogis paling sesuai. Untuk itu tugas guru untuk memberikan praktek-praktek pedagogis unggul sesuai dengan standar yang ditentukan.
Rekan guru, saya berharap kita dapat berbagi tentang metode mengajar juga praktek pedagogis lain yang unggul di milis ini.
3. Alasan kompetitif
Sebagaimana dalam dunia komersial, dalam pendidikan juga terdapat kompetisi. Oleh karena itu para pendidik dan staf kependidikan dihadapkan pada tantangan kompetisi, untuk itu maka lembaga pendidikan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kurikulumnya.
4. Alasan Akuntabilitas
Guru memiliki tuntutan akuntabilitas mencakup kejelasan tujuan dan outcome dari hasil pembelajaran yang terukur oleh masyarakat.
Keempat alasan diatas dikemukakan oleh Sallis (2002) dalam bukunya “TQM in education”, namun tentu saja bagi kita ada alasan formal yang menuntut upaya kita meningkatkan kompetensi.
5. Alasan Formal
Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, juga Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru adalah alasan formal yang mendasari kewajiban guru untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya.
Alasan formal merupakan kristalisasi dari keempat alasan diatas dalam bentuk peraturan/perundang-undangan. Tentu saja banyak dari aktifitas guru untuk meningkatkan kompetensi dirinya yang tidak ter-cover oleh peraturan/perundang-undangan karena belum ada peraturan yang dapat meinventarisirnya. Dalam keadaan seperti ini empat alasan sebelumnya hendaknya menjadi rujukan kita sebagai guru untuk tetap meningkatkan kualitas pembelajaran.
Asep Suhendar
SMPN 3 Langkaplancar Ciamis
http://asepsuhendar.info
8 Komentar |
Manajemen, Pendidikan |
Permalink
Ditulis oleh asepsuhendar